Skip to main content Skip to footer

Sektor Perhotelan di Asia Pasifik Tetap Bertumbuh

Bisnis.com. JAKARTA, 26 Agustus 2019 — Perang dagang Amerika Serikat dan China terus membebani bisnis dan kepercayaan konsumen hingga memberi dampak pada sektor properti seperti perlambatan pertumbuhan permintaan. Akan tetapi, menurut Colliers International, bisnis properti di sektor wisata menjadi pilihan bisnis yang sangat menjanjikan.


Govinda Singh, Direktur Eksekutif Layanan Penilaian & Penasihat Asia Colliers International, mengatakan bahwa secara global, bisnis properti yang saat ini menjanjikan ialah bisnis wisata atau perhotelan. Pasalnya, bisnis tersebut akan terus mengalami peningkatan karena budaya MICE (meeting, incentive, convention, and exhibition) menjadi salah satu sumber pendapatan yang tidak pernah mati di seluruh wilayah Asia Pasifik.


Govinda menuturkan bahwa MICE berbasis acara telah menghasilkan US$229 miliar pada 2017 atau 28,40 persen dari pendapatan global. MICE menjadi sumber pendapatan penting dalam bisnis dengan sekitar 90 persen dari semua acara bisnis di kawasan Asia Pasifik diselenggarakan di hotel. "Pengunjung yang melakukan MICE akan melakukan liburan dengan menghabiskan 1,7 kali lebih banyak daripada turis yang benar-benar ingin berlibur," ujarnya melalui siaran pers, Minggu (25/8/2019). Berdasarkan pengamatan Colliers, terdapat beberapa negara yang telah melakukan promosi wisata, seperti Malaysia, Indonesia, dan Kamboja. Sementara itu, China, Singapura, dan Hong Kong mem-branding negara mereka dengan memberi pengalaman unik kepada para pengunjung atau turis dengan pengalaman teknologi, masakan, dan pengalaman pribadi. Selanjutnya, China terus mendominasi industri MICE di Asia Pasifik dan diperkirakan mempertahankan posisi teratas hingga 2025.