Skip to main content Skip to footer

Marak Pembangunan Infrastruktur, Pengunjung Mal di Daerah Tumbuh 50%

Katadata.co.id  JAKARTA, 20 December 2019. - Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengeglola Pusat Perbelanjaan Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja mengatakan, pesatnya pembangunan infastruktur, telah mendorong pertumbuhan jumlah pengunjung mal serta okupansi hotel di daerah. Asosiasi memperkirakan, jumlah kunjungan mal meningkat pesat hingga 50%, terlebih menjelang musim liburan Natal dan Tahun Baru seperti sekarang. 


“Pertumbuhan mal di daerah sekitar 50%, termasuk juga hotel yang pemesanan kamarnya (okupansi) bisa mencapai 100%, karena banyak orang yang mudik menggunakan mobil bersama keluarga,” kata Alphonzus kepada Katadata.co.id, Jumat (20/12).


Menurutnya, selama dua tahun terakhir terjadi pergeseran tren kunjungan masyarakat yang sebelumnya di dominasi oleh mal yang ada di bu kota menjadi mal yang ada di daerah atau pinggiran kota saat libur harı-hari besar.


Biasanya, banyak masyarakat yang menghabiskan waktu bersama keluarga untuk berbelanja atau sekedar berjalan-jalan di mal. Menurut pengamatannya, hal itu umumnya terjadi hampir di kota-kota besar di Jawa Tengah dan Jawa Timur. 


Sebelumnya dikabarkan, banyak pusat perbelanjaan dan toko retail konvensional tutup karena sepinya pelanggan. Berkurangnya jumlah pengunjung pusat belana disinyalir akibat maraknya tren belana daring (e-commerce). 


Tercatat, pada 2018 jumlah pusat perbelanjaan di Indonesia berjumlah 708. Angka tersebut setara dengan 4,45% dari total pusat perdagangan yang ada di masyarakat. Sementar pasara tradisional masih mendominasi pusat perdagangan publik, yakni mencapai 14.182 unite (88,52%) sementara toko modern sebanyak 1.131 unit (7,06%).


Data Colliers International menunjukkan akan ada penambahan tiga pusat belanja di Jakarta dan tiga di Bodetabek pada tahun ini. Secara keseluruhan, tambahan pasokan diprediksi mencapai 600.000 meter persegi pada periode 2019-2021, sebanyak 70% di antaranya beradsa di ibu kota. 


Saat ini pusat perbelanjaan terbanyak terdapat di Jawa Barat (139 unit), DKI Jakarta (80 unit), dan Jawa Timur (65 unit). Sementara di sisi lain terdapat daerah yang belum memliki pusat perbelanjaan, yaitu Sulawesi Barat.