Skip to main content Skip to footer

"Co-working Space", Pengisi Utama Perkantoran Jakarta

Kompas.com. Jakarta, 08 January 2020 - Tingkat hunian atau okupansi perkantoran di kawasan Central Business District (CBD) Jakarta selama 2019 rata-rata 83,4 persen. Menurut Senior Associate Director Colliers International Indonesia Ferry Salanto, okupansi perkantoran grade A masih stagnan yakni 81,8 persen.Sementara gedung perkantoran grade B dan C masing-masing mencatat kinerja 87,7 persen dan 83 persen. Tingkat hunian ini dikontribusi operator co-working space dan perusahaan media berbasis teknologi.


Stagnannya tinkgkat hunian ini berdampak pada tarif sewa yang mengalami penurunan. Dalam catatan Colliers, harca sewa rata-rata perkantoran di CBD turun 2,7 persen secara tahunan (year on year) sekitar RP 276.456 per meter persegi.Sementara harga sewa perkantoran premium atau grade A masih sama seperti tahun sebelumnya, yakni di angka Rp 311.188 per meter persegi. Perkantoran grade B dan C mencatatkan harga rata-rata sebesar Rp 228.385 dan Rp 173.256 per meter persegi.


Di sisi lain, okupansi perkantoran yang betada di luar area CBD meningkat pada kuartal 3 dan 4. Tetapi, tingkat hunin tercatat mengalami penurunan sebesar 2,4 persen menjadi 82,5 persen pada kuartal keempat. Penyebabnya karena penambahan pasokan ruang baru pada kuartal 4 2019. Seperti diketahui, pasokan perkantoran diluar CBD sepanjang 2019 ditunjang tujuh buah gedung, dengan lima di antaranya mulai beroperasi dalam tiga bulan terakhir.


“Kalau di luar CBD penurunan tinggi. Daya serap tidak sebaik daya serap di CBD,” kata Ferry di Jakarta (Rabu (8/1/2020). Menurut Ferry, harga sewa rata-rata ruang kantor di luar CBD mencatatkan kenaikan secara tahunan 1,9 persen mencapai Rp 196.159 per meter persegi.Adapun area Jakarta Selatan diprediksi masih menjadi kawasan bisnis termahal di luar area CBD. Data Colliers menyebutkan, harga sewa rata-rata di kawasan Rp 210.377 per meter persegi. Kemudian di kawasan TB Simatupang, harda sewanya mencapai Rp 216.000 per meter persegi.